Kota Pontianak 20 - 23C
Kota Singkawang 22 - 25C
Kab. Ketapang 25 - 27C
Kab. Pontianak 22 - 25C
Angin Puting Beliung
Lokasi : Kab. Ketapang
Waktu : 2009-11-30 09:25:11Banjir
Lokasi : Kab. Sambas
Waktu : 0000-00-00 00:00:00
user
password
ANGIN KENCANG, BANGUNAN RUSAK

KETAPANG - Hujan setengah jam disertai petir dan angin kencang sekitar pukul 16.00 (19/10) membawa petaka. Sejumlah bangunan di Ketapang rusak. Bangunan yang rusak itu mulai dari bagian atas bangunan walet, kubah masjid Al-Ikhlas, pintu gerbang, billboard dan lain-lain.Sejumlah bagian bangunan yang terlepas akibat terjangan angin, berserakan hingga ke jalan. Kerusakkan yang ditimbulkan itu secepatnya dibersihkan oleh warga. Beruntung, hujan yang disertai angin kencang itu tak menimbulkan korban jiwa. Bangunan walet di sekitar Kelurahan Kauman, persisnya samping kanan jalan masuk ke Desa Baru bagian atasnya melayang ke jalan. Begitu hujan reda, warga pun memadati lokasi tersebut ingin melihat dari dekat musibah yang datang dengan tiba-tiba itu.

Seorang warga, Misruqi, mengatakan angin datang dengan tiba-tiba. Kabel telepon juga terlepas dari tiang. "Untung tak ada korban, tapi di Desa Baru banyak bangunan rusak, tambah A.Rahman warga lainnya.Kerusakan akibat angin kencang juga katakan warga lainnya, Heri, yang terjadi di belakang SMPN 02 Ketapang. Demikian juga dengan kubah masjid Al-ikhlas di Kelurahan Tengah. Sementara itu, sebuah billboard di jalan R.Soeprapto persisnya di dekat tugu Ale-Ale ambruk. Billboard di depan Cabang Pegadaian Ketapang juga rusak. "Angin kencang juga menyebabkan gerobak di dekat Swalayan Fokus bergerak sampai ke jalan, timpal A.Rahman.

Fenomena alam itu diminta Dahlan AR, penyiar radio siaran pemerintah daerah (RSPD) harus diwaspadai oleh warga Ketapang. Ketika tanda-tanda alam mulai terlihat tidak bersahabat, warga diminta dia berjaga-jaga dari segala kemungkinan. Apalagi, datangnya fenomena alam itu tidak pernah diduga atau tidak dapat diprediksi, namun bukan tidak mungkin dapat berulang. "Ketapang ini dekat dengan laut Jawa, jadi rawan tiupan angin, apalagi sebentar lagi mulai musim penghujan, pengalaman masa lalu perlu kita ingat dan waspadai," ujar Dahlan dalam siarannya. (ndi)